Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2018

Teori Marxisme Klasik


Teori Marxisme Klasik

Teori Marxisme Klasik merupakan teori yang memandang media sebagai alat yang digunakan oleh kelas dominan untuk mendapatkan keuntungan, dengan menanamkan ideologi tertentu yang menekan kelas minoritas. 
Teori Marxis ini menekankan pada peran media massa yang cenderung mempertahankan status quo. Kontras dengan teori media massa liberal pluralis yang menekankan pada peran media yang memiliki kebebasan berbicara. Dalam Marxist Klasik, media massa merupakan suatu cara produksi yang menjadikan kapitalis milik kelas penguasa. Produk-produk media merupakan cerminan nilai-nilai kelas penguasa, yang mengabaikan keragaman nilai-nilai baik dalam kelas penguasa maupun dalam media itu sendiri.
Kunci utama teori Marxist ini adalah, materialis yang menentukan kesadaran makhluk sosial. Sesuai dengan pandangan ini, posisi ideologi adalah fungsi dari posisi kelas dan ideologi kelas dominan. Hal ini berbeda dengan pandangan idealis yang menekankan pada kesadaran.
Pada teori ini, media massa memiliki fungsi menyebarkan ideologi dominan. Yaitu nilai-nilai kelas yang memiliki dan mengendalikan media.

Teori Ekonomi Politik Media


 Teori Ekonomi Politik Media

 Sumber Ilustrasi: Hipwee

            Dalam teorinya, Vincent Moscow mendeskripsikan teori ekonomi politik media sebagai sebuah studi yang mengkaji tentang hubungan sosial. Utamanya kekuatan dari hubungan sosial yang secara timbal balik, meliputi proses produksi, distribusi dadn konsumsi produksi. Kemunculan teori ini didasari oleh besarnya pengaruh media terhadap perubahan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini media memiliki peran signifikan dalam peningkatan surplus ekonomi.
            Dalam teorinya, Mosco menawarkan tiga konsep dasar untuk memahami terkait ekonomi politik media. Diantaranya Komodifikasi, Spasialisasi, dan Stukturasi.
            Komodifikasi, merupakan proses dimana produk media yang berupa informasi dan hiburan, menjadi barang dagang yang dapat dipertukarkan dan bernilai ekonomis. Dalam konsep komodifikasi ini, Moscow membaginya dalam tiga bagian, yakni Komodifikasi Konten, Komodifikasi Audiens atau Khalayak, dan Komodifikasi Pekerja.
Spasialisasi, pada konsep ini dimaknai sebagai perpanjangan institusional media melalui bentuk korporasi dan seberapa besar bentuk usaha media tersebut. Ukurannya media dalam konsep ini dapat berbentuk horizontal maupun vertikal. Dalam bentuk horizontal. perpanjangan ini biasanya menjelma dalam bentuk-bentuk konglomerasi, yang memunculkan tindakan monopoli. Sedangkan spasialisasi vertikal adalah proses integrasi antara induk perusahaan dan anak perusahaan, yang dilakukan dalam satu garis bisnis untuk memperoleh sinergi. Terutama untuk memperoleh kontrol dalam produksi media
Terakhir, konsep strukturasi. Konsep ini menyangkut tentang hubungan sosial, kelas sosial, dan hal-hal yang berhubungan dengan struktur masyarakat, yang berpengaruh dalam produksi suatu media. Dalam konsep ekonomi politik media, struktur sosial inisangat penting dalam membangun hubungan antar kelas atau bagian yang ada, dengan tujuan demi memetakan informasi apa yang bisa di sampaikan. Dengan berdampak, masyarakat memberikan feedbsck terhadap informasi tersebut.